Manfaat Olahraga Untuk Kesehatan Mental


Saat sedang suntuk, kebanyaan dari kita akan mulai melakukan aktivitas yang kita gemari untuk membangkitkan mood atau gairah yang mulai drop. Salah satunya dengan berolahraga. Yap, dalam dunia medis olahraga kerap dikaitkan dengan kesehatan mental. Mereka yang rutin berolahraga disebut-sebut memiliki resiko yang jauh lebih kecil untuk merasakan stres atau depresi. Hal ini karena saat berolahraga jumlah hormon endorfin didalam tubuh turut meningkat. Begitupula, hormon dopamin dan serotonin yang merupakan hormon-hormon kebahagiaan.


Namun apa sebetulnya, fungsi dari ketiga hormon tersebut? Mari kita coba bahas satu-persatu.


Mengenal 3 macam hormon kebahagiaan yang meningkat saat kita berolahraga



1. Dopamin


Dopamin sendiri dikenal sebagai hormon motivasi. Hormon inilah yang membuat kita termotivasi untuk bekerja keras, giat belajar, lebih fokus, hingga memiliki ketertarikan pada hal-hal tertentu yang kita anggap menyenangkan. Saat sedang berolahraga misalnya, hormon inilah yang memotivasi kita untuk berolahraga lebih lama atau menempuh jarak yang lebih jauh. Sebab dopamin pulalah yang turut berperan membantu sistem motorik didalam tubuh kita. 


2. Serotonin


Jika dopamin memotivasi kita untuk berolahraga lebih lama atau menempuh jarak yang lebih jauh. Maka serotoninlah yang membuat kita merasa puas atau bahagia saat dapat melakukan atau menyelesaikan hal-hal tersebut. Yap, serotoninlah hormon kunci yang membuat kita dapat merasakan kesenangan. Hormon inilah yang bertugas untuk mengatur emosi serta suasana hati kita.  Serotonin juga berperan untuk meningkatkan daya ingat.


3. Endorfin


Endorfin kerap dikaitkan sebagai “hormon pereda nyeri” dan “penghilang stres”. Hormon ini bahkan memiliki struktur yang hampir mirip dengan morfin.  Hormon ini cenderung meningkat saat kita melakukan hal-hal tertentu yang membuat kita merasa puas seperti halnya berolahraga. Hormon ini pulalah yang berperan meningkatkan respon imun kita terhadap stres dan rasa sakit.  


Manfaat olahraga, baik secara fisik maupun mental 


Saat jumlah ketiga hormon tersebut meningkat didalam tubuh, ada beragam manfaat yang akan kita rasakan. Tak hanya secara fisik, melainkan juga secara mental. Secara fisik misalnya, ketiga hormon diatas berperan untuk mengatur detak jantung, fungsi ginjal, pembuluh darah, sistem pencernaan, hingga nafsu makan. Serotonin bahkan turut membantu menjaga kesehatan tulang serta menyembuhkan luka. Sementara secara mental, ketiga hormon diatas tak hanya dapat memberikanmu kesenangan dan rasa puas, melainkan turut memperbaiki suasana hati, siklus tidur, kepercayaan diri, hingga kemampuan berpikir dan memutuskan sesuatu. 


Hal inilah yang membuat olahraga kerap dimanfatkan sebagai salah satu bentuk terapi bagi mereka yang tengah mengalami depresi ringan hingga sedang. Sebab dibanding aktivitas lain, olahraga dapat memberikan efek yang jauh lebih cepat dan instant. Yap, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh JAMA Psychiatry, berlari selama 15 menit setiap hari atau berjalan selama 1 jam dapat menurunkan risiko terjadinya depresi berat. Risiko ini bahkan dapat menurun hingga lebih dari 25%. Di 5 menit pertama setelah berolahraga, kita bahkan dapat langsung merasakan perubahan suasana hati. 


Tak hanya untuk jangka pendek, berolahraga juga disebut-sebut dapat menurunkan risiko depresi untuk jangka panjang jika dilakukan secara rutin. Itu mengapa, olahraga kerap dijadikan sebagai salah satu mood booster saat sedang suntuk. Tak hanya berlari, kamu bisa melakukan olahraga lain dengan intensitas yang jauh lebih ringan seperti aerobik atau berjalan kaki. Kamu bahkan dapat melakukan pekerjaan rumah sehari-hari agar dapat tetap aktif bergerak. 


Related Posts

Load comments

Comments