Rabu, 22 Maret 2017

Konsultasikan Alergi yang Terjadi Pada Anak di Dokter Alergi Anak


Alergi menjadi momok menakutkan yang kerap membuat para orang tua khawatir. Hal ini lantaran hampir semua benda dan makanan bisa saja menjadi pemicu alergi anak. Jika anak menderita alergi, biasanya Ia kerap rewel, susah makan dan susah tidur yang menjadikan orang tua semakin repot. Untuk itu, jika anak terdiagnosa alergi, segera konsultasikan ke dokter alergi anak sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat terhadap kasus allerginya.

Alergi merupakan reaksi berlebihan yang dilakukan sistem imun tubuh anak dalam memahami benda asing. Reaksi alergi pada anak berbeda-beda, seperti gatal, biduran, ruam merah, mual, muntah dan terkadang bisa sampai mengenai saluran pernapasan. Semakin cepat penanganan, maka semakin reaksi alergi berbahaya bisa segera dihindari. Selain membawa ke dokter, Anda juga harus bisa melakukan pencegahan sejak dini terhadap alergi anak dengan beberapa hal berikut ini:
  • Gunakan pakaian tertutup dan masker ketika keluar rumah.
  • Bersihkan rumah secara rutin, terutama pada ruang yang kerap dipakai seperti kamar dan ruang keluarga, karena debu juga bisa menjadi penyebab alergi.
  • Dibanding pengelapan dengan kemoceng, lebih baik pilih lap bersih yang dibasahi dengan air sehingga allergen tidak semakin menyebar.
  • Usahakan untuk menempatkan binatang peliharaan cukup di luar rumah atau pada ruangan tertentu sehingga membatasinya dari penyebaran alergi yang mungkin terjadi. Selain itu pastikan agar binatang selalu bersih dengan memandikannya seminggu sekali.
  • Ketahui setiap jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi sehingga pemilihan makanan bisa lebih terjaga. Oleh karena itu orang tua harus cermat dalam membaca label kemasan dan memesan makanan di restoran.
Itulah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan dalam mencegah alergi pada anak. Ketika anak menderita alergi, memang lebih rewel dari biasanya. Orang tua haruslah lebih sabar dalam merawat dan bawalah Ia ke dokter alergi anak demi bisa kendalikan alergi dan mendapat penanganan secepatnya agar reaksi alergi tidak semakin menyebar dan memburuk. Usahakan dalam kondisi apapun untuk menghindarkan allergen dari putra putri Anda.


Kamis, 02 Februari 2017

Baca Buku, Cara Terbaik Mengurangi Rutinitas


Tiap kali ngeliat tumpukan buku sebanyak itu (kurang lebih, karena masih banyak tumpukan buku lain disebelahnya), kadang saya suka nanya sendiri dalam hati. Kok bisa ya, buku sebanyak itu saya beli/saya dapat dan saya baca sendiri sampai kelar? haha...  bukannya apa-apa lho, kalau untuk anda yang hobby baca buku, mungkin 10 tumpuk buku setinggi itu, bisa anda baca kelar hanya dalam hitungan minggu atau bahkan hari. Tapi untuk saya yang sedari dulu nggak gitu suka baca buku, jujur aja, bisa ngelarin 1 buku 200 halaman dalam waktu 1 bulan aja udah mukjizat banget wkwkwkwk...

Malah waktu masih sekolah dulu tiap kali ada test hafalan, saking malesnya saya baca buku, isi buku yang mesti dihafal biasanya malah saya salin ulang dibuku tulis, supaya bisa saya ingat tanpa perlu saya baca dan hafalin berulang-ulang. Pas kuliah? yo sami mawon... lebih parah malah, dosennya nyuruh bawa 2 buku fundamental yang beratnya kalau ditotal hampir 3KG, mahasiswanya malah jeprat-jepret isi buku yang besok dibahas, terus pura-pura lupa bawa buku, sambil nimbrung liat materi ke bangku sebelah dan buka galeri jepretan hehe... #JanganDiContohYaAdik-adik

Lha terus sadar-sadar mulai suka baca kapan kang?

Pas kelar baca buku ke-6 & 7 dari tumpukan buku paling bawah kalo saya nggak salah inget. Yap, yang judulnya Have You Meet My Tissa? sama I can (not) hear. Dan kalo anda nanya kenapa akhirnya 2 buku itu bisa saya baca? Untuk buku pertama: Have You Meet My Tissa?, kebetulan penulisnya jadi salah satu pembicara di event ON|OFF (dulunya Pesta Blogger) sekitar tahun 2011 lalu #IyaUdahLama dan entah kenapa begitu selesai denger non Tasya nyeritain sedikit tentang isi buku ini. Sambil ngucek-ngucek mata yang sempet kelilipan saya langsung jalan ke boot Nulisbuku, untuk ngambil buku ini karena pengen baca kisah lengkapnya. Monggo baca sendiri aja lah kalau penasaran. Dan untuk buku kedua: I can (not) hear, jujur aja saya dapat gratis dari acara KickAndy, karena kebetulan sang penulis beserta anak kandung yang diceritakannya di buku itu jadi salah satu bintang tamu diacara tersebut, dan buku ini jadi semacam buah tangan untuk para penonton #Yeay

Kurang lebih, 2 buku itu yang akhirnya sukses ngebuat saya suka untuk baca buku, terutama genre Slice of life, baik itu fiksi ataupun non fiksi. Dan kalau ditanya senikmat apa rasanya baca buku? I don't know, just different atmosphere yang lebih greget mungkin kalau dibandingin sama nonton film hehe...  soalnya ketika baca buku, jujur aja, saya bisa lebih bebas berimajinasi tentang isi buku yang lagi saya baca, dan yang paling penting banyak banget cerita inspiratif dan pelajaran hidup yang mungkin akan kelewat gitu aja andai saya nggak baca buku-buku itu. 

Itu kenapa, ketika orang lain nganggap rutinitas yang satu ini cuma buang-buang waktu, saya lebih suka nganggap rutinitas baru saya ini sebagai cara saya untuk ngurangin rutinitas yang agak kurang penting. Dan tempat paling favorit saya untuk baca buku, ada didepan kamar saya sendiri, tepatnya dilantai 2 balkon rumah saya. Tempat dimana saya bisa baca buku sambil dengerin musik pake earphone dan sesekali nyeruput segelas adukan sempurna Teh SariWangi. 



Oiya, selain karena 2 buku itu, harus saya akui juga kalo kesukaan saya untuk baca buku salah satunya juga karena hobby ngeblog saya ini. Soalnya dulu begitu kelar mosting, biasanya gantian saya yang baca tulisan temen-temen blog saya yang luar biasa keren-keren itu, dan begitu juga sebaliknya mereka gantian baca tulisan saya yang masih tetep serabutan sampai detik ini.

So, sampai kapanpun 2 hal ini (ngeblog dan baca buku), mungkin nggak akan saya hapus dari daftar kebiasaan rutin saya hehe...  

Btw, kalo ada cerita inspiratif dari buku lain yang belum sempet saya baca, boleh dong bukunya dipinjemin atau dikasih gratis ke saya, beneran deh saya nggak bakal nolak hehe...

 


Terakhir sebelum berkomentar, coba untuk dengarkan dan mengerti ~ MariBicara SariWangi
 

Rabu, 28 Desember 2016

3 Resep Dessert Sehat Yang Wajib Anda Coba Dirumah!


Pernah mendengar istilah dessert? Yap, istilah yang merujuk pada hidangan penutup yang biasa disajikan setelah kita selesai menyantap main course alias hidangan utama ini, memang sudah tidak terlalu asing lagi ditelinga kita. Dan sekalipun menu dessert lebih sering dikaitkan dan diidentikan dengan gaya hidup glamour dari kaum urban ibukota, nyatanya, jauh sebelum istilah tersebut mulai akrab ditelinga kita, kita justru sudah sangat akrab dengan kebiasaan tersebut. Nggak percaya? silahkan tanyakan pada diri anda sendiri, seberapa sering anda menyantap buah-buahan ataupun ice cream (es krim) setelah selesai menikmati sajian hidangan utama anda. Jawabannya, tentu lumayan sering bukan? Yap, karena setelah menikmati hidangan yang cukup berat, seperti olahan daging sapi, ikan ataupun hidangan lainnya, buah-buahan ataupun ice cream (es krim) memang terbukti cukup ampuh untuk menetralisir rasa amis ataupun eneg yang masih kita rasakan setelah selesai bersantap ria.

Nah, dalam perkembangannya, menu dessert mulai kian sering dikombinasikan dengan hidangan segar dan manis lainnya, seperti teh, susu, daun mint dan lain sebagainya. Karena tanpa perlu ditanya pun, banyak orang yang akan jauh lebih memilih menu dessert yang bukan hanya enak dan segar untuk dinikmati oleh lidah, namun juga segar, enak dan memiliki estetika keindahan yang dapat dinikmati oleh panca indra penglihatan.

Tak heran jika kemudian, banyak orang yang mulai suka mencari dan mengoleksi resep dessert yang mudah untuk mereka ikuti dan sajikan sebagai hidangan penutup bagi anggota keluarganya dirumah.

Nah, jika anda termasuk salah satu diantaranya, 3 resep dessert berikut ini, mungkin bisa menjadi pilihan yang dapat anda coba sendiri dirumah.

1. Es Teh Susu Cincau

 Ilustrasi gambar: resepdanmasakan.com

Pernah minum es teh susu? Sederhana bukan? tapi kalau ditanya seberapa segar minuman tersebut dilidah dan kerongkongan kita. Kita tentu akan menjawab cukup segar, apalagi jika kita menikmatinya di cuaca siang yang cukup terik. Nah, bagaimana jika es teh susu tersebut kita kombinasikan dengan Cincau. Yap, cincau sebuah hidangan yang dipercaya sangat baik untuk kesehatan lambung ini, dapat dengan mudah kita jumpai di supermarket, pasar tradisional, maupun penjajak sayur keliling. Dan harganyanya pun relatif murah. Untuk cincau dengan cita rasa jeruk, anda bisa membelinya dengan harga kurang dari 10rb rupiah, bahkan untuk cincau tawar biasa harganya hanya sekitar 3-6rb rupiah. Cukup murah bukan?

Dan penyajiannya pun bisa dikatakan cukup mudah. Langkah pertama, anda hanya tinggal menyeduh teh dan gula dengan air mendidih tunggu kira-kira 5 menit hingga teh mengental dan gula ikut larut, supaya lebih mudah anda bisa menggunakan teh celup, semisal Teh SariWangi. Karena jika menggunakan teh tubruk, anda harus terlebih dahulu menyaring ampas tehnya. Nah, untuk kekentalan teh dan kemanisan gula silahkan sesuaikan dengan selera anda masing-masing. Jika sudah campur 1 sachet susu kental manis, atau silahkan sesuaikan dengan selera anda. Kemudian aduk rata teh dan susu tersebut, bisa dengan sendok teh atau bisa juga dengan 1 gelas lain jika ingin meniru gaya barista ketika menyajikan kopi. Jika sudah, potong dadu cincau yang telah anda beli dalam ukuran kecil, dan masukan ke dalam teh susu yang telah anda buat tadi. Jangan lupa masukan es batu. Dan jika punya madu, anda bisa menambahkan satu sendok teh madu kedalam resep dessert Es Teh Susu Cincau ini.

2.  Es Teh Leci

 Ilustrasi gambar: makanajib.com

Nah, selain cincau, Leci juga dipercaya sebagai buah yang sangat baik bagi kesehatan kita. Karena selain rendah kalori, leci juga seringkali dijadikan sebagai menu diet atau menu penyeimbang dikalangan kaum hawa. Agar bentuk tubuh mereka tetap ideal, setelah nafsu kuliner mereka terpuaskan. Nah, untuk membuatnya, silahkan buat jus leci terlebih dahulu, bisa dengan blender. Atau jika malas anda bisa membeli jus leci yang sudah jadi di supermarket. Dan jangan lupa potong kecil sebagian buah leci yang sudah anda beli. Kemudian seduh teh dan gula, aduk hingga kental dan rata selama kurang lebih 5 menit. Jika sudah, campur dengan jus leci, serta masukan potongan buah leci dan es batu kedalamnya. And taraaa... Es Teh Leci siap untuk disajikan...

3. Ice Mint Tea Orange

 Ilustrasi gambar: mapsofindia.com

Dari namanya, anda pasti sudah bisa menebak jika bahan dasar yang akan kita gunakan adalah daun mint dan buah jeruk. Kenapa daun mint? karena selain memberikan efek segar ketika dikonsumsi, daun mint juga dipercaya sebagai anti detox yang ampuh untuk membersihkan tubuh anda dari racun makanan. Dan tanpa berlama-lama lagi. Berikut cara pembuatannya:

Robek daun mint yang telah anda beli menjadi 2 bagian, tujuannya supaya aromanya bisa benar-benar keluar. Untuk jumlah daun mint yang ingin digunakan silahkan sesuaikan dengan selera anda. Jika sudah didihkan daun mint dengan air. Kemudian siapkan teh celup SariWangi, campur sedikit gula sesuai selera, dan cor dengan didihan air mint tadi.  Aduh rata sekitar 5 menit, Dan tambahkan potongan jeruk dan es batu.

Mudah bukan? dan selain mudah, ketiga resep dessert diatas, sudah barang tentu ikut menyehatkan tubuh kita. Oiya, terakhir maribicara sariwangi dulu biar kita nggak salah paham *biar kaya di iklan-iklan gitu*. Tahukah anda kenapa hidangan pencuci mulut alias dessert sangat identik dengan rasa manis? Jawabannya, karena rasa manis memberikan kita efek kenyang yang tahan lama. So, itu juga kenapa setelah menyantap sajian dessert, jarang sekali orang yang kemudian masih merasa lapar dan butuh menu main course part 2 hehe... 

Nah, sekarang giliran anda yang mencobanya... :) 


Senin, 28 November 2016

Ini Dia, Resep Membuat Cookies Coklat Kenari Yang Renyah dan Melted di Mulut

Ilustrasi gambar oleh resephariini.com

Membuat panganan kue menjadi sebuah hal wajib yang dilakukan oleh hampir sebagian besar ibu-ibu rumah tangga, ketika peringatan hari raya besar seperti lebaran, natal, imlek, maupun tahun baru kian mendekat. Sebuah tradisi tahunan yang juga biasa dilakukan dirumah saya. Sebuah moment langka untuk bertemu beberapa saudara dan sepupu yang biasanya sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Dan berhubung, keahlian saya dibidang tata boga sampai detik ini, cuma sekedar sebagai penyicip alias bagian ngerasa-rasain apa yang masing kurang. Jadi, biasanya selain sebagai penyicip, saya juga dibebankan tugas lain untuk membeli bahan-bahan kue yang masih kurang. Yeah, i love it. Karena menuju supermarket sama artinya menuju tempat dimana kakak-kakak cantik biasa menyapa saya dengan ramah #GUBRAK

Lupakan!!!!

Yang menarik adalah, dari dulu sampai sekarang setiap kali masuk ke areal supermarket atau toko bahan-bahan kue, hampir semua orang yang ingin membeli mentega, termasuk juga saya. Pasti bakalan nanya gini "Mbak ada  Blueband?" atau "Mas mau beli Blueband dong". Jarang banget ada yang nanya gini "Mas ada mentega merk ini?" atau "Mbak saya mau mentega merk anu dong". Dan herannya antara si penjual dan si pembeli biasanya udah punya semacam koneksi batin yang kuat kalo sebutan Blueband adalah sebutan umum untuk mentega dari segala macam merk wkwkwk...

Bahkan dalam beberapa kali kesempatan, saya justru dikasih mentega merk sebelah, sekalipun secara lisan mulut saya udah jelas-jelas ngucapin "Mbak beli Blueband dong" dan entah sadar atau terhipnotis, dari begitu dikasih sampai pulang kerumah pun herannya saya nggak protes sama sekali karena di kasih mentega dengan merk berbeda dari yang ingin saya beli hahaha...

Syukurnya sampai dirumah, ibu saya juga nggak protes dan malah bilang "Lho kok masih ada kembalinya?" terus saya jawab "ya, masih kan menteganya bukan Blueband jadi harganya lebih murah", dan dengan sumringah ibu saya menjawab "Nah, kalau Blueband yang kaya gini ini, murah" #GUBRAK

Iya emang lebih murah, tapi begitu mateng rasanya hambar wkwkwk... serius, tanpa bermaksud untuk promo, sekalipun nggak ngerti urusan tata boga atau bikin-bikin kue sama sekali. Sebagai penikmat cemilan bergizi #halah semua panganan yang bahan baku menteganya menggunakan Blueband, rasanya emang jauh lebih enak.

Intinya sih rasa emang nggak pernah bohong #EhKokKayaIklan

Dan saya yakin anda juga pasti bakalan setuju, kalau saya bilang lebih baik bayar sedikit lebih mahal untuk rasa yang udah jelas enak, dari pada bayar sedikit lebih murah untuk rasa yang biasa-biasa aja. Right?

Nah bicara soal kue, salah satu jenis kue yang biasa dibuat dirumah saya ketika moment hari raya adalah kue cookies coklat. Udah pada tau kan ya cookies coklat tuh kue yang kaya gimana? Yap, kue coklat kering yang dikasih Chocochips di sekujur tubuhnya, yang ketika dikunyah coklatnya langsung melted dimulut. Hmmm yummy...

Nah kalo dirumah saya, biasanya resep cookies coklat yang sering dibikin kaya gini:

Bahan-bahannya:

  1. 400 gram Mentega Blueband (kok banyak? iya kaya ibu saya sih biar enak)
  2. 200 gram Gula halus
  3. 4-5 butir Kuning Telur
  4. 250 gram Tepung Terigu
  5. 50 gram Tepung Maizena
  6. 50 gram Coklat Bubuk (dirumah saya pada doyan cokelat)
  7. 30 gram Susu Coklat bubuk
  8. 100 gram Kacang kenari (orang-orang biasanya pake kacanag mete tapi dirumah saya lebih suka kacang kenari)
  9. Setengah sendok teh baking powder untuk pengembang
  10. Vanili secukupnya
  11. chocochips sesuai selera

Dan berikut langkah-langkah pembuatannya:

1. Siapkan mangkok pengaduk atau mau pake baskom juga terserah, kemudian campur mentega Blueband dengan gula halus, dan kocok hingga rata. Sangat disarankan untuk mengaduknya degan tangan, jangan dengan mixer.
2. Sambil di kocok, masukkan kuning telur satu-persatu dan kocok lagi hingga merata.
3. Tambahkan juga tepung terigu, tepung maizena, serta baking powder agar adonan mengembang, dan jangan lupa tanbahkan vanilla secukupnya untuk memperkuat rasa dan aroma.
4. Campur coklat bubuk dan susu coklat bubuk aduk hingga rata.
5. Kemudian siapkan kacang kenari yang telah dikupas dan potong kecil dengan pisau.
6. Jika sudah, campurkan kacang kenari yang telah dikupas dan chocochips secukupnya. Aduk hingga merata
7. Kemudian, siapkan loyang untuk memanggang. Jangan lupa dioleskan mentega supaya kue tidak lengket.
8. Nah, sekarang saatnya kita mencetak cookies coklat. Disini anda bisa menggunakan sendok makan atau lainnya. 
9. Susun satu-persatu adonan yang telah anda cetak dengan sendok di loyang. Usahakan jarak antara cetakan yang satu dengan yang lain tidak terlalu dekat karena ketika di oven biasanya kue akan mengembang melebihi volume saat dicetak.
10. Panaskan oven dengan api kecil hingga sedang dengan suhu sekitar 130-170 derajat. Jika tidak ada penunjuk suhu di oven yang anda gunakan, silahkan dikira-kira. 
11. Panggang kue hingga matang, namun jangan terlalu kering apalagi gosong agar kue tidak pahit, kecuali anda memang suka panganan yang rasanya sedikit gosong. 
12. Jika sudah cukup matang,biarkan kue cookies coklat anda kering dan dingin.
13. Terakhir, cookies coklat yang anda buat sudah siap dihidangkan. Disarankan untuk meletakkannya di toples yang rapat atau wadah lain yang kedap udara agar kerenyahan cookies coklat tetap terjaga. 

Nah itulah kira-kira resep cookies coklat yang biasa dibuat dirumah saya...

Untuk anda yang ingin mencoba bereksperimen atau mengkreasikannya dengan resep anda sendiri monggo silahkan, tapi kalo ada pertanyaan mungkin saya jawabnya agak lama, karena saya harus nanya ibu saya dulu hahaha...

Takutnya, kalo saya yang jawab kuenya malah bantet lagi :)

Happy cooking!!! 


Tjokorda Gde Agung Sukawati, Seorang Tokoh Perubahan Yang Membawa Ubud Mendunia Lewat Wisata Seninya


Secara geologis, kondisi alam kota ubud bali bisa dikatakan "agak kurang mainstream" jika ingin kita bandingkan dengan kondisi alam didaerah lainnya di pulau bali. Bagaimana tidak? jika dibelahan bali yang lain kita bisa dengan mudah menemukan destinasi wisata pantai. Di kota ubud bali, kita justru disuguhkan dengan kondisi alam perbukitan dengan sawah dan hutan yang terhampar hampir disetiap sudutnya. Suasana khas pedesaan yang tidak akan anda jumpai didaerah lain di pulau tersebut.

Jika ingin sedikit bernalar tanpa mau menilik sejarah dan budayanya terlebih dahulu, kita tentu akan langsung berpikir, lantas apa kemudian yang membuat kota ubud bali istimewa, jika tidak ada pantai yang dapat kita jumpai disana? bukankah yang terkenal dari bali adalah wisata pantainya?

Betul memang, sebagian besar wilayah di bali terkenal akan eksotisme pantainya, karena sebagian besar daerahnya yang memang terletak di pesisir pantai. Namun sekalipun begitu, tahukah anda jika ubud yang tidak mempunya pantai, justru menjadi salah satu daerah termakmur dibali, yang bahkan tidak pernah sepi dari turis lokal dan mancanegara barang sehari pun? Bahkan menurut data statistik resmi yang dikeluarkan kabupaten gianyar sekitar tahun 2015 lalu, sebesar 52% Pendapatan Pajak dari daerah tersebut justru berasal dari pajak hotel dan berbagai restoran mewah yang mengelilingi kabupaten gianyar. Sebuah fakta yang cukup fantastis bukan?

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, lantas apa sebenarnya yang membuat kota ubud bali menjadi sedemikian istimewa dengan pendapatan pajak daerah yang juga bisa dikatakan sangat sehat tersebut? Jawabannya adalah "Seni".

Yap, sebuah kata tunggal yang bisa dikatakan cukup tepat untuk menggambarkan keistimewaan kota ubud bali secara keseluruhan. Jika para turis yang mengunjungi kuta ataupun nusa dua sengaja datang kesana karena ingin menikmati suguhan keindahan alam pantainya, maka para turis yang mengunjungi kota ubud bali juga sengaja datang kesana untuk menikmati suguhan keindahan hasil kerajinan seninya.

Dihampir setiap sudut dikawasan kota ubud bali, anda bisa menemukan begitu banyak pengerajin seni, yang sengaja membuka worshop untuk menunjukkan hasil kerajinan mereka kepada para turis yang kebetulan singgah. Mulai dari kerajinan seni lukis hingga patung ukiran dapat anda jumpai di kota ubud bali. Tak heran jika kemudian ada sebuah pasar disana yang juga dinamakan pasar seni ubud, karena secara khusus dijadikan sebagai tempat untuk menjual segala hasil kerajinan tangan dari masyarakat setempat.

Nah, kini anda tahu bukan apa yang menjadikan kota ubud bali menjadi sedemikian istimewa. Dan apa yang membuat dinas pariwisata kita mempromosikan ubud juga dengan begitu gencarnya melalui program Indonesia Travel (Germany)-nya.

Sumber gambar: kompas

Namun tahukah anda siapa tokoh lokal yang membuat nama ubud nge-hits dan mendunia seperti sekarang ini?

Jawabannya tak lain tak bukan adalah sang raja ubud sendiri, yang bernama Tjokorda Gde Agung Sukawati. Anda pasti sering membaca kisah inspiratifnya bukan? bahkan dalam beberapa seminar bertema kepemimpinan dan perubahan. Nama Tjokorda Gde Agung Sukawati selalu dijadikan contoh nyata dari seorang pemimpin dan pembawa perubahan bagi masyarakatnya yang dipimpinnya.

Seorang sosok pemimpin yang agaknya mulai dirindukan oleh Indonesia saat-saat ini. Seorang pemimpin yang berani berpikir kedepan dan tidak terus terperangkap dalam pola pikir resisten masyarakat seangkatannya.

Seorang raja yang bukan hanya disegani sebagai pemimpin namun seorang raja yang jasanya dikenang indonesia sebagai pembawa perubahan bagi masyarakat desanya. Tanpanya, tak akan ada ubud dimata pecinta seni dunia. Tak kan ada sebuah desa perbukitan dan persawahan yang kini menjadi icon wisata seni dan budaya di bali. 

Bayangkan jika bukan beliau yang ketika itu menjabat sebagai raja, Mungkin ubud yang ada saat ini hanyalah sebuah daerah perbukitan dengan wisata khas pedesaan yang agaknya terlalu biasa dan tidak semenarik kuta maupun nusa dua.  Bayangkan jika pada masa itu, raja ubud hanya mementingkan dirinya, dan tidak perduli bagaimana nasib masyarakat ubud kedepan? mungkin ubud tidak akan seistimewa sekarang. Dan bayangkan pula jika pada masa kepemimpinannya, sang raja ubud tidak mendirikan sanggar seni Pita Maha dan tidak mengizinkan para pelukis-pelukis besar di zamannya untuk singgah dan tinggal di ubud dengan gratis dengan ganti memberikan ilmu mereka kepada anak-anak ubud? mungkin nuansa peradaban seni lukis dan ukir di ubud tidak akan seberkembang sekarang.

Tjokorda Gde Agung Sukawati, sebuah nama yang akan terus di ingat oleh masyarakat Indonesia sebagai seorang tokoh penggagas perubahan. Seorang sosok yang benar-benar sangat dibutuhkan oleh bangsa ini. Seorang tokoh yang bukan hanya harus pandai secara akademis, dan bukan hanya harus berani dalam memimpin, namun lebih jauh dari itu seorang tokoh yang harus punya visi dan pandangan kedepan bagi masyarakat sekitarnya. Terima kasih untuk jasamu Pahlawan.


Jumat, 25 November 2016

Indonesia, Negara Yang Mendunia Karena Kelezatan Kulinernya


Selain kaya akan hasil bumi dan panorama alamnya, Indonesia juga merupakan negara yang amat sangat kaya dalam hal cita rasa kulinernya. Di Indonesia. Yap, di negri ini, anda dapat menemukan beragam sajian kuliner dengan cita rasa spektakuler yang berbeda-beda, disetiap kota atau daerah yang akan anda singgahi. Uniknya, beberapa kota di Indonesia, justru mendunia dikalangan wisatawan internasional bukan karena destinasi wisatanya, melainkan karena kelezatan kulinernya. 


Sebut saja Jakarta, yang kemudian dikenal masyarakat dunia bukan karena Monas-nya dan bukan pula karena julukannya sebagai ibukota bumi pertiwi, melainkan justru karena sajian "Nasi Goreng"-nya, yang menurut Presiden Obama sangat-sangat "Enak". Bahkan kalau beberapa waktu lalu, anda sempat membaca atau mendengar rangkuman berita hiburan, khususnya berita tentang film dan tayangan televisi. Saat ini, di Jepang, ada sebuah dorama yang sedang tayang dan diberi judul "Keishichou Nasi Goreng-ka" oleh sang produsernya. 


Lain Jakarta, lain pula dengan Jogjakarta. Jika di Jakarta ada Nasi Goreng, di Jogjakarta ada pula Nasi Gudeg. Tak heran jika kemudian, sebutan Kota Gudeg kian hari kian akrab dan melekat dikalangan wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Bahkan menurut beberapa wisatawan, ke Jogjakarta tanpa menyicipi Nasi Gudeg lesehan di pinggir jalan, merupakan perjalanan tanpa makna. 


Dan jika ada yang masih ingat, beberapa waktu lalu, ada salah satu sajian kuliner nusantara yang lainnya, yang juga sempat mendunia, karena dijadikan sebagai judul lagu oleh salah seorang warga negara Norwegia yang pernah berlibur ke kota Padang. Yap, Nasi Padang. Sebuah kuliner dengan cita rasa pedas yang juga sudah terkenal di seantero nusantara. Terbukti dari banyaknya rumah makan padang disetiap sudut kota-kota besar di Indonesia.


Selanjutnya, ada juga sajian lezat Sate dan Soto Madura, yang sempat menyedot animo para penikmat kuliner internasional di gelaran Festival Kuliner Dunia, yang diselenggarakan di China beberapa tahun silam. Bahkan Sate Madura menjadi sajian kuliner yang paling pertama habis digelaran tersebut. Dan karena kelezatannya inilah, banyak wisatawan asing yang kini mulai berdatangan ke daerah "karapan sapi" tersebut. 

  
Dan masih banyak sajian kuliner nusantara lainnya, yang membuat nama indonesia mendunia dimata para pecinta kuliner internasional. Seperti Bakso, Gado-gado, Rendang, bahkan Mie Instant. Yap Mie instant, sebuah sajian yang bukan hanya akrab dikalangan anak kos dan para pekerja di tanggal tua, namun juga akrab dimata pecinta kuliner internasional, bahkan usut punya usut, salah satu merk Mie Instant asal Indonesia telah diekspor ke lebih dari 80 negara di berbagai belahan dunia. Bahkan di negri paman sam, ada beberapa orang yang menjadikan mie instant sebagai kado atau bingkisan di hari Natal.

Hem, yummi...

Oiya... masih soal kuliner, selain karena keragaman dan kelezatannya, ada satu faktor lain yang juga membuat wisatawan asing betah berlama-lama tinggal di negri ini. Ada yang tahu apa? Yap, harga makanannya yang relatif sangat terjangkau, kalau tidak mau dikatakan sangat murah jika dibandingkan dengan harga makanan di negara lain di belahan asia tenggara ini. Nggak percaya? nggak usah jauh-jauh cobalah berlibur ke singapore dan silahkan kalkulasi sendiri berapa biaya hidup yang harus anda habiskan hanya untuk masalah makanan hehe...

Karena hal inilah, tak heran jika kemudian, banyak turis mancanegara dengan budget terbatas alias para backpacker, tak terkecuali dari Australia, yang akhirnya lebih memilih indonesia sebagai negara tujuan berlibur mereka dibandingkan dengan negara lainnya di sekitar asia tenggara. Karena selain terkenal dengan sajian kuliner yang beragam. Budget mereka pun, dipastikan tidak akan terkuras terlalu dalam hanya untuk masalah makanan jika berlibur di Indonesia

Dan setelah mengetahui fakta tersebut, adalah juga kewajiban kita sebagai warga negara yang baik untuk turut serta menceritakan keindahan Indonesia kepada masyarakat dunia, baik bercerita secara langsung ketika bertatap muka dan berinteraksi, maupun bercerita lewat postingan-postingan kita di blog, media sosial, serta forum-forum internasional. Harapannya? tentu agar semakin banyak lagi wisatawang asing yang berkunjung ke Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit mereka dikawasan Asia, sesuai dengan target dinas pariwisata kita dalam program Indonesia Travel (Australia). 


Connected with Me