Desain Rumah Hemat Energi: Apa Itu Dan Bagaimana Cara Mewujudkannya?


Desain ramah lingkungan diartikan sebagai desain hemat energi. Mengapa harus hemat energi? Coba kita berpikir secara global: Semua aktivitas manusia yang membutuhkan energi bersumber pada bahan-bahan yang terdapat di perut bumi. 

Jika kita sebagai penghuni bumi tidak bertindak bijak mulai sekarang, bukan tak mungkin beberapa tahun kedepan kondisi bumi sudah tak layak ditinggali anak cucu kita lagi. Sudah sepantasnya wacana sustainable dan green environment dilirik sebagai jawaban atas segala permasalahan iklim saat ini. Konsep inilah yang akhirnya menyentuh segala sisi kehidupan, tak terkecuali desain dan arsitektur. 

Dalam ranah desain, kontribusi nyata yang paling mudah diterapkan dan ditawarkan kepada masyarakat sebagai pengguna adalah memberikan alternatif desain yang kian ramah lingkungan. Tujuannya satu: menghemat energi! Jadi, masih haruskah kita berpikir dua kali saat ada kesempatan menjadikan hemat energi sebagai sikap hidup? Jangan sampai terlambat, mari kita mulai dari sekarang!



Mulai dari Rumah!

Rumah merupakan tempat potensial untuk memulai kebiasaan menghemat energi. Bukan tak mungkin kebiasaan ini nantinya dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kondisi bumi. Lantas, dalam kaitannya dengan konsep rumah hemat energi, hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk mewujudkannya? 

Ini dia beberapa langkah yang dapat Anda praktikkan:

1. Membuat Desain dengan banyak bukaan. Hal ini bisa didapatkan dengan mendesain jendela besar dalam jumlah banyak, plafon tinggi yang dapat membentuk bantalan udara, serta meniadakan dinding atau sekat agar tatanan ruang berkesan lega. Ingat, konsep utama rumah hemat energi yang baik adalah yang sirkulasi dan pencahayaannya baik. 

2. Cerdas memilih bahan yang akan dipakai. Pertimbangkan penggunaan bahan bekas, sebab bahan yang satu ini sudah teruji  kualitas dan keawetannya. 

3. Perhitungkan dengan benar peletakan titik lampu. Makin banyak titik lampu, makin besar pula daya listrik yang diperlukan.

4. Minimalisasikan keberadaan pendingin ruangan (AC). Kalau terpaksa menggunakannya, sesuaikan daya listriknya dengan besar ruang yang ada.

5. Hitung dengan bijak jumlah peralatan listrik anda, sesuaikan dengan daya listrik yang tersedia dan coba cari alternatif peralatan listrik yang punya fungsi sama namun dayanya lebih rendah. 

6. Rencanakan dengan baik sumber air bersih untuk rumah. Kalau memang bisa, manfaatkan air bekas dalam lingkungan rumah untuk menyiram tanaman.

7. Memisahkan sampah rumah tangga? Kenapa tidak! Kelompokkan jenis sampah menjadi sampah kering yang mudah diurai alam, sampah plastik yang butuh proses lebih lanjut untuk didaur ulang, dan sampah basah sisa aktivitas dapur. 


Comments