Jumat, 09 September 2016

Genset, Solusi Alternatif Ketika Listrik Padam


Jika bicara soal listrik, sadar ataupun nggak, hampir sebagian besar kaum urban yang tinggal di daerah perkotaan kini mulai menjadikan listrik sebagai salah satu kebutuhan utama yang tidak bisa lepas dari rutinitas keseharian mereka. Karena kalau mau jujur, di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini, hampir sebagian besar sarana dan prasarana yang kita butuhkan untuk menunjang produktivitas keseharian kita, pastilah membutuhkan listrik sebagai sumber energi-nya. Right?

Contohnya? nggak usah jauh-jauh, bahkan gadget yang kita miliki pun membutuhkan energi listrik bukan untuk proses charging-nya (pengisian daya baterai)? Karena sampai detik ini, jujur aja saya belum pernah sekalipun melihat handphone ataupun laptop bertenaga surya yang proses pengisian daya-nya dilakukan dengan cara terpapar sinar matahari secara langsung hehe...

Dan coba bayangkan, jika disaat yang sangat mendesak, ketika kita harus mengirimkan laporan pekerjaan kita lewat surel (email) dan menghubungi klien atau atasan kita melalui jaringan telepon, tiba-tiba baterai laptop dan handphone kita habis, powerbank ketinggalan, dan disaat yang bersamaan tepat ditempat dimana kita sedang berada, sedang dilakukan pemadaman listrik bergilir. Sulit dan enggan dibayangkan pastinya hehe

Itu baru satu contoh sederhana. Dalam skala yang jauh lebih besar, silahkan bayangkan sendiri, berapa kira-kira kerugian yang akan diderita pelaku industri dan usaha ketika terjadi pemadaman listrik di kawasan industri ataupun tempat usaha mereka? Bahkan sekecil apapun usaha yang mereka miliki, bisa dipastikan hal tersebut akan ikut berimbas langsung pada omset dan pendapatan mereka bukan?

Pernah suatu ketika saya melihat langsung raut wajah lesu dari pemilik usaha konveksi rumahan yang berada dikawasan tempat tinggal saya, bayangkan ketika dalam waktu yang sudah mendesak dia harus membantu anak buahnya menyelesaikan pesanan puluhan lusin kaos, listrik yang digunakan untuk mengoperasikan mesin jahit justru padam hampir seharian penuh, dan di sisi yang lain para penjahit yang juga merupakan anak buahnya pun tidak kalah frustasi ketika membayangkan gaji mereka yang akan berkurang karena pemadaman listrik tersebut. Karena mereka digaji dari berapa banyak yang mereka kerjakan, bukan gaji tetap bulanan seperti pekerja kantoran.

Sekalipun begitu, kita juga tidak bisa langsung mendakwa PLN sebagai penanggung jawab tunggal terjadinya pemadaman listrik tersebut. Karena sebagai pengguna, kita pun punya kewajiban yang sama pentingnya untuk menjaga keberlangsungan energi listrik di negri ini dengan menggunakannya secara tepat dan tidak berlebih-lebihan.

Secara teori mungkin benar, ada beragam jenis pembangkit tenaga listrik yang bisa dimanfaatkan negara untuk menghasilkan listrik. Bahkan baru-baru ini saya sempat mendengar wacana mengenai PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Namun jangan lupa, sebagian besar kebutuhan listrik di Indonesia masih sangat bergantung pada sumber energi fosil (Minyak bumi, Gas bumi dan batu bara) alias sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang suatu ketika bisa saja habis dan tidak dapat lagi kita manfaatkan. So, alangkah jauh lebih bijak jika mulai saat ini kita menggunakannya sesuai keperluan dan tidak menghambur-hamburkannya secara percuma.

Nah, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah jika kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan PLN setelah mengetahui fakta tersebut, Apa solusi atau alternatif lain yang bisa kita pilih untuk mengurangi dampak pemadaman listrik bagi keberlangsungan usaha atau produktivitas pekerjaan kita?

Salah satu jawabannya adalah dengan mengunakan Genset. Apa itu genset? secara sederhana anda bisa mengartikan genset sebagai pembangkit listrik atau penghasil daya listrik alternatif. Dan sebagai pembangkit listrik alternatif tentunya anda dapat memilih jenis genset sesuai kebutuhan anda masing-masing. Karena tentu kebutuhan perorangan dengan kebutuhan pelaku usaha akan jauh berbeda. Misalnya, jika sebagai pengguna rumahan kita hanya memerlukan genset dengan daya 1000 watt, para pemilik usaha mungkin akan butuh genset dengan daya 10.000 watt atau bahkan 100.000 watt tergantung dari seberapa besar usaha yang mereka miliki.

Lantas bagaimana dengan harganya?

Dahulu harga jual genset mungkin masih tergolong cukup mahal untuk dimiliki UKM apalagi individu perorangan. Namun kini, banyak varian genset murah yang dapat dengan mudah kita temui dipasaran dengan daya yang juga cukup besar dan mumpuni. Misalkan untuk skala kecil kita bisa mendapatkan genset dengan daya sekitar 750 watt yang hanya dibanderol dengan harga mulai 1 juta-an. Cukup murah bukan?

Namun sebagai konsumen, saran saya tetap pertimbangkan faktor kualitas dan spesifikasi dari genset yang anda beli, jangan sampai karena terlampau murah genset yang anda beli justru tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya dan butuh biaya perawatan yang cukup mahal.

Dan selain itu, pastikan anda membeli genset dari toko atau penjual yang memang sudah memiliki reputasi yang cukup baik, agar jangan sampai dikemudian hari anda mengalami kendala ketika hendak melakukan klaim garansi jika barang rusak atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan penjual.

Nah untuk anda tidak memiliki banyak waktu untuk mencari penjual atau toko yang menjual genset dengan harga murah dan reputasi yang baik. Berterima kasihlah pada kemajuan teknologi, karena kini tanpa perlu repot dan susah payah, kita dapat menemukan banyak eCommerce dan Marketplace yang menjual genset dengan harga murah. Salah satu diantaranya adalah Ralali.com. Sebuah Online B2B Marketplace dengan 10.000 Loyal Customers, lebih dari 1200 vendor, 75.000 produk, dan lebih dari 100.000 unique visitors setiap bulannya yang reputasinya sudah tidak perlu diragukan lagi. 

So, tunggu apalagi? ojo lali klik Ralali.com :) 

Sedang Memuat...

0 komentar:

Poskan Komentar

Connected with Me