Selasa, 28 Agustus 2012

This Is My Reviews: The Dictator (2012)

Sebelum mulai, perlu saya kasih tau dulu, klo saya nulis review untuk film ini sebagai penikmat film, dan bukan sebagai pengamat film yang mungkin akan melarang anda menonton film ini dengan alasan terlalu banyak isu SARA yang dipertontonkan di film ini, terlalu banyak adegan kekerasan, dan lain sebagainya.

Karena jujur, saya nggak terlalu suka bawa-bawa masalah keyakinan kedalam sebuah adegan hiburan. So, penilaian baik atau buruknya cerita film ini sepenuhnya saya kembalikan kepada anda semua, yang saya yakin sudah sangat dewasa dan mampu mencerna dengan baik mana yang anda anggap benar dan mana yang anda anggap salah, cuz' SARA Issue is Subjective opinion for me :)

Cuma, ada cuma-nya nih... ada baiknya anda menonton film ini jika anda sudah benar-benar yakin, klo anda memang sudah cukup umur, kenapa? karena ada banyak banget konten dewasa di film ini yang menurut saya nggak layak untuk ditonton sama anak-anak, terutama beberapa adegan dan perkataan yang emank nggak disensor sama sekali.

Siap? mari kita mulai...

Denger kata "Dictator" aja, saya yakin anda udah punya sedikit gambaran, cerita seperti apa yang kira-kira akan anda nikmati dari film ini...

Yupz, film ini sepenuhnya memang membahas masalah pemerintahan dan kekuasaan. Dan secara spesifik, film ini sengaja mengangkat tema kediktatoran para pemimpin dan penguasa dari berbagai negara dan etnis dibelahan dunia ini...

Bahkan di awal film, anda bisa ngeliat klo film ini juga didedikasikan untuk Kim Jong-il, salah satu penguasa Korea Utara yang juga dikenal dengan kepemimpinan diktatornya...

Bedanya, tokoh sentral yang diceritakan sebagai Diktator disini bernama Hafez Aladeen. Sang Diktator dari sebuah negara bernama Wadiya (saya nggak tau negara ini bener-bener ada atau hanya fiksi belaka).

Sebagai seorang penguasa yang dikenal sangat kejam oleh rakyatnya, Aladeen selalu dijaga oleh para Bodyguard wanitanya yang seluruhnya berjumlah 30 orang. Dan perlu anda ketahui, klo ke-30 wanita itu seluruhnya masih perawan *nggak penting haha...

Sebagai seorang diktator, banyak tindakan Aladeen yang akhirnya memicu protes dan demonstarsi besar-besaran dari belahan dunia lain, tak terkecuali dari Amerika Serikat, yang meminta Aladeen mengundurkan diri sebagai presiden dan membiarkan negara tersebut merdeka sebagai sebuah negara Demokrasi.

Dan beberapa tindakan Aladeen yang dinilai sangat tidak manusiawi antara lain, membunuh siapapun yang dikehendakinya dengan sekali suruh, biarpun akhirnya terungkap sih klo mereka semua ternyata nggak pernah mati.

Cuma yang bikin saya ngakak, justru waktu Aladeen merubah beberapa kata dalam kamus Wadiya dengan namanya, misal kata positif dan negatif serta baik dan buruk yang dirubah menjadi Aladeen, yang dengan melakukan itu semua, Aladeen justru membuat bingung masyarakatnya, apalagi begitu film ini ngasih ilustrasi klo ada pasien yang lagi konsultasi ke Dokter karena takut dirinya positif mengidap HIV, dan bukannya dapet kejelasan atas ke-khawatirannya itu, pasien ini justru dibuat bingung ketika ditanya sama dokter, anda mau kabar Aladeen(baik) atau kabar Aladeen(buruk) terlebih dahulu, dan begitu si pasien jawab, saya mau denger kabar Aladeen pak dokter, si dokter malah bilang, anda "Aladeen" (positif/negatif) mengidap HIV *nah lho??? hahhahaha....

Dan masih banyak adegan ngawur lain yang bikin saya ngakak sepanjang film ini...

But, nggak selamanya kekuasaan Aladeen berjalan mulus tanpa hambatan, karena ketika Aladeen memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat dalam rangka menemui para dewan PBB, untuk membicarakan masalah demokrasi di negaranya serta menyanggah tuduhan bahwa negaranya ingin menggunakan nuklir untuk menghancurkan dunia.

Aladeen justru diculik, dan janggutnya dicukur habis, hingga tak ada satupun orang yang mengenalinya sebagai Aladeen, dan dilain pihak, tangan kanan Aladeen justru menghianatinya dengan menggunakan seseorang yang dibuat menyerupai Aladeen.

Hingga dalam keadaan terbuang itulah akhirnya Aladeen menyadari, kalau banyak sekali orang yang membencinya, dan ternyata orang-orang yang ia suruh untuk dibunuh dahulu pun semuanya masih dalam keadaan hidup di Amerika Serikat. Dan saat itulah, Aladeen menyadari klo selama ini dirinya sudah di khianati oleh tangan kanannya, Tamir.

Dan saat itu jugalah Aladeen bertemu dengan seorang wanita Yahudi bernama Zoey, yang pada akhirnya nanti menjadi istrinya.

Lantas mampukah Aladeen merebut kembali kekuasaannya dari tangan Tamir? dan dengan cara apakah kira-kira Aladeen melakukan itu semua? silahkan anda tonton sendiri *lol





Connected with Me