Gaya Hidup Sehat VS Gaya Hidup Instant


Kehidupan kosmopolitan yang menuntut gaya hidup serba instant, cepat, dan efektif secara tidak langsung turut membentuk kita menjadi pribadi yang serba praktis. Tak terkecuali dalam hal makan dan minum. Itulah mengapa kemudian, beragam franchise yang menawarkan jasa maupun produk dengan pelayanan serba cepat dan mudah, seperti makanan cepat saji (fried chicken franchise misalnya), laundry express, jasa pengiriman kilat, dan lain sebagainya mulai tumbuh subur disekeliling kita.

Kemudahan yang ditawarkan oleh para pelaku bisnis waralaba, dapat kita rasakan dari mewabahnya restoran-restoran cepat saji seperti burger franchise atau fried chicken franchise.

Hanya dengan mengantri beberapa menit saja, makanan yang Anda inginkan dapat langsung Anda nikmati ditempat atau dibawa pulang. 


Tak heran jika kemudian, beragam merk dagang chicken franchise yang berasal dari luar negeri semakin laris manis di negri ini. Sebut saja, Mc Donald, CFC, Texas, A&W, serta KFC yang selalu penuh sesak ketika jam makan siang tiba. Menariknya, franchise-franchise tersebut turut menyesuaikan model bisnis mereka dengan kebudayaan masyarakat kita. Sebut saja fasilitas Wi-Fi dan charging gratis yang mereka berikan untuk memanjakan para customernya. Padahal di negara asalnya, kebanyakan konsumen akan langsung meninggalkan tempat makan tersebut, segera setelah makanan yang mereka pesan telah mereka dapatkan. 

Tak berbeda jauh dengan chicken franchise, sederet burger franchise yang membuka cabang di berbagai kota besar di tanah air juga menjadi tempat bersantap populer yang cukup digandrungi oleh masyarakat urban. Bagi beberapa orang, makanan cepat saji seperti burger bahkan dijadikan sebagai makanan selingan untuk mendongkrak gaya hidup, khususnya mereka yang tinggal di kota-kota besar yang tanpa sadar telah berusaha mencocokkan diri mereka dengan jenis makanan seperti ini karena tuntutan pergaulan. Padahal di luar negeri, orang-orang justru berusaha mengurangi konsumsi makanan cepat saji seperti burger dan pizza karena dianggap sebagai penyumbang penyakit terbesar bagi para penikmatnya. Ironis bukan? ketika diluar sana orang-orang sedang berlomba-lomba menerapkan gaya hidup sehat dengan mengurangi makanan yang kurang bergizi seperti junk food, di negri sendiri kita justru dijajah dengan beragam sajian junk food yang bisa kita santap hanya dengan sekali klik di gadget kesayangan kita. 

Karena gengsi-kah? Entahlah... 

Yang pasti, sebagai orang Indonesia yang mengalami akulturasi budaya barat, hari-hari ini kita dituntut untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan. Karena gaya hidup yang praktis dan efisien ala Indonesia tidak mesti menjiplak gaya hidup bangsa lain yang dirasa kurang sesuai dengan identitas bangsa kita.

So, pilihan ada di tangan Anda, ingin terus dimanjakan oleh gaya hidup instant, atau mulai ikut merubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat :)

Comments