Jumat, 31 Agustus 2012

This Is My Reviews: First Kiss (Rak Sud Tai Pai Na) (2012)

Entah sejak kapan saya mulai suka sama film-film Thailand :) yang pasti ketimbang disuruh nonton film-film Indonesia yang selalu aja ngangkat tema "permen sugus", jujur saya lebih milih nonton film-film Thailand, yang alur ceritanya justru jauh lebih fresh dan kreatif ketimbang film-film Indonesia sendiri (terserah mau itu film action-nya atau sekedar film-film komedi ringannya).

Eitz, tapi bukan berarti saya nggak suka sama film-film Indonesia dengan genre lain lho ya, klo yang anda sebutin film-film kaya Tanah Air Beta, Cerita Dari Tapal Batas, The Raid, dan sejenisnya sih ya saya masih lumayan suka... yang penting bukan film "Permen sugus" aja hahaha...

Kembali ke film Thailand, klo nggak salah inget pertama kali saya jatuh cinta sama film Thailand tuh waktu saya nonton film "Dear Galileo", beneran.. awalnya saya sama sekali nggak minat untuk nonton film ini, cuma begitu ngeliat posternya dan tau klo pemeran utamanya cakep-cakep, saya mendadak langsung bilang iya waktu diajak nonton film ini hahaha... *plak

Terutama, karena setelah itu saya langsung jatuh cinta sama "Jarinporn Joonkiat" (nama asli dari aktris yang meranin tokoh "Toey" di film Dear Galileo)


Kawaiiiiiiii

Dan sejak saat itu kayanya, film-film Thailand langsung masuk ke daftar tontonan kedua saya setelah film-film Jepang hahahaha...

Okeh, saatnya balik lagi ke film "First Kiss" yang akan saya review kali ini...

"First Kiss"... dari judulnya aja, saya rasa anda udah pada bisa nebak klo film ini pun masih mengangkat tema percintaan, right?

Cuma, yang bikin saya salut dari film ini adalah, ide cerita segarnya yang jujur aja baru kali ini saya temuin hahaha...

Siap? mari kita mulai...

Semasa SMA dulu, Sa (Kaneungnich Jaksamithanon) sempat tergila-gila sama seorang cowok bernama Ohm, yang juga adalah cinta pertamanya. Cuma, karena sebagai bintang basket sekolah, Ohm punya banyak fans cewek, Sa pun hanya bisa memperhatikan Ohm dari jauh, sangat jauh bahkan, yaitu dari Lab Biologi, tempat dimana Sa bisa memandangi Ohm dari kaca lab tersebut.

Hingga pada suatu ketika, Sa pun akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan cintanya sebelum masa-masa SMA-nya segera berakhir. Cuma, sayang... sebelum Sa sempat menyatakan cintanya, Ohm justru sudah lebih dulu menerima cinta Pam. Dan singkat cerita, setelah lulus-lulusan SMA itu, Ohm dan Pam pun melanjutkan kuliahnya di luar negri, sementara Sa. kembali meneruskan kuliahnya di Bangkok sembari berharap klo-klo suatu saat nanti Ohm akan kembali lagi untuknya.

Dan impian itu pun akhirnya benar-benar terwujud...

Ohm yang baru saja merampungkan kuliahnya, memang benar-benar kembali ke Bangkok, dan dari pertemuan singkat di mereka disalah satu cafe itulah, akhirnya hubungan Sa dan Ohm bisa kembali dekat, hingga mereka pun memutuskan untuk berpacaran.

Dan.. taaa... raaa... saat Sa dan Ohm sudah menjalin hubungan inilah, sosok Bass yang terpaut usia 8 tahun dengan Sa ini muncul. Dan kemunculan inilah yang sangat nggak terduga. Karena perjumpaan mereka justru terjadi ketika keduanya secara nggak sengaja berciuman didalam sebuah bus, tepatnya ketika mereka hendak melihat kecelakaan yang terjadi di depan bus yang mereka tumpangi itu.

Dan Sa yang baru kali itu berciuman dengan seorang pria pun, secara spontan langsung menumpahkan amarahnya pada Bass, hingga saat memukuli Bass inilah Handphone Sa justru jatuh kepangkuan Bass, yang membuatnya terpaksa kembali bertemu dengan anak SMA ini.

Anak SMA yang hanya mau memanggilnya dengan 2 sebutan, Tante Sa, atau Nona Sa hahaha...

Anak SMA yang juga akhirnya mengembalikan Handphonenya secara terpaksa, setelah Sa mendatangi sekolahnya dan mencari anak ini.

Dan dari sinilah hubungan mereka dimulai... tepatnya setelah Bass memutuskan untuk berjuang mendapatkan cinta Sa dan mengajak Sa berkencan sebagai ucapan maaf karena telah menciumnya.

Dan saat berkencan dengan Bass inilah Sa pun akhirnya tau, kalau Ohm yang selama ini dicintainya ternyata masih menjalin hubungan dengan Pam, bahkan mereka berdua ternyata akan segera menikah...

Bass yang tau kalau Sa sedang amat sedih, mulai mencoba menghiburnya dengan datang ke kantor Sa dan berusaha terus dekat dengan Sa, hingga pada suatu hari Handphone Sa kembali jatuh ketangan Bass.

Yang tanpa pikir panjang Sa justru kembali mengenakan seragam SMA-nya dan kembali berpura-pura menjadi anak SMA untuk mendapatkan kembali Handphonenya, hingga akhirnya hubungan mereka justru semakin dekat, setelah Bass menyatakan cintanya pada Sa.

Sa yang saat itu mulai jatuh hati pada Bass pun, akhirnya menerima cinta Bass dan mulai menjalani cinta dengan perbedaan usia yang terpaut cukup jauh itu, hingga Sa pun kadang bimbang pada pilihannya dan sempat berpikir untuk tidak mengharapkan masa depan dengan Bass, karena perbedaan usia mereka yang cukup jauh itu.

Hingga berulang kali Bass meyakinkan Sa, kalau setelah lulus kuliah dan mengambil alih bisnis ayahnya nanti, Bass ingin menikahi Sa dan menjadi pendamping hidupnya seumur hidup...

And, satu kalimat dari Bass yang saya suka adalah ketika dia ngomong gini:

"Aku nggak pernah bisa milih kapan aku akan dilahirkan, tapi sekarang aku bisa memilih dengan siapa aku ingin membangun masa depanku dan tinggal seumur hidup dengannya, dan itu adalah denganmu Sa"


Kerennn...

But, percintaan mereka tenyata nggak selamanya bisa berjalan mulus dan lancar, terlebih ketika Sa akhirnya tau klo ayah Bass selalu memperlakukannya dengan kasar, bahkan benih yang lahir dari rahim Pam (wanita yang hendak dinikahi oleh Ohm) pun ternyata adalah darah daging ayahnya Bass, bukan darah daging Ohm. Dan disinilah kisah cinta mereka mulai menjadi sangat-sangat kompleks... hingga banyak perumpamaan tentang "menunggu bus dan menunggu cinta" yang disepanjang cerita film ini sempet bikin saya speechless hahaha...

Lantas mampukah cinta mereka yang terpaut usia sangat jauh itu bersatu? Dan mampukah Bass meyakinkan Sa untuk merangkai masa depan bersamanya? silahkan anda tonton lanjutannya sendiri... *lol


Connected with Me