Sabtu, 09 Desember 2017

Cegahlah Osteoporosis Mulai Dari Sekarang!


Meskipun tidak dapat kembali lagi kepada keadaan normal, namun osteoporosis dapat dicegah dan diobati dengan berbagai cara. Kalsium dan vitamin D, merupakan kunci untuk kesehatan tulang. Latihan fisik merupakan bagian penting lainnya dalam memperkuat massa tulang. Selain itu terdapat juga obat-obatan yang memperlambat pengeroposan tulang dan bahkan menjanjikan pembentukkan tulang baru.

Perawatan & Pencegahan Osteoporosis

Obat-obatan untuk perawatan osteoporosis


Boniva, Actonel, Fosamax dan Binosto (atau dalam bentuk generik bernama bisphosphonates) bekerja dengan cara menghambat sel-sel yang memecah tulang dan memperlambat pengeroposan tulang. Actonel, Binosto, dan Fosamax biasanya dikonsumsi 1 kali seminggu, sementara Boniva dikonsumsi 1 kali sebulan. Terdapat aturan yang ketat untyuk mengkonsumsi obat-obatan ini, karena jika tidak dikonsumsi secara tepat, dapat menimbulkan ulser (borok) di esofagus.

Obat osteoporosis lainnya yang berasal dari tipe yang sama adalah Reclast, yang diinfuskan kedalam pembuluh darah selama 15 menit, 1 kali setahun. Reclast dikatakan dapat meningkatkan kekuatan tulang dan menurunkan resiko fraktur pinggul, tulang belakang, pergelangan tangan, atau rusuk.

Evista merupakan obat osteoporosis yang memiliki beberapa aksi yang serupa dengan estrogen, seperti kemampuan untuk memelihara massa tulang. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa obat ini tidak meningkatkan resiko kanker payudara atau rahim seperti halnya estrogen. Evista dapat menyebabkan bekuan darah dan seringkali meningkatkan hot flashes (sensasi panas dan kemerahan pada kulit, yang biasa dialami wanita menjelang menopause)

Forteo merupakan obat baru yang digunakan untuk perawatan osteoporosis pada wanita post menopause dan pria yang berada dalam resiko tinggi fraktur. Bentuk sintetis dari hormon paratiroid ini merupakan obat pertama yang menunjukkan efek menstimulasi pembentukkan tulang baru dan meningkatkan kepadatan mineral tulang. Obat ini disuntikkan sendiri oleh pasien setiap hari sampai dengan 24 bulan. Efek samping dari obat ini meliputi mual, kram kaki, dan pusing.

Fortical dan Miacalcin (juga tersedia dalam bentuk generik) merupakan pilihan perawatan osteoporosis lainnya. Kandungan aktif dari obat-obatan ini adalah calcitonin, hormon alami yang memperlambat pengeroposan tulang. Tersedia dalam bentuk nasal spray atau injeksi. Efek samping dari obat-obatan ini meliputi mual dan skin rashes (ruam kulit).

Prolia merupakan antibodi monoklonal manusia yang diproduksi di laboratorium, yang menonaktifkan mekanisme pemecahan tulang oleh tubuh. Merupakan “biologic therapy” yang pertama diakui dalam perawatan osteoporosis. Prolia disetujui bagi wanita post menopause yang menderita osteoporosis dan beresiko tinggi terhadap fraktur, dan ketika obat-obatan osteoporosis lainnya tidak bekerja.

Hormone replacement therapy (terapi penggantian hormon) baik estrogen saja maupun yang dikombinasikan dengan progestin dikenal dapat melestarikan tulang dan mencegah fraktur. Namun, terapi ini tidak lagi disarankan untuk perawatan osteoporosis karena resiko kesehatan lain yang ditimbulkan pada terapi hormon jangka panjang. Pada wanita yang pernah menjalani terapi hormon di masa lalu kemudian menghentikannya, tulangnya mulai kembali menipis dengan kecepatan yang sama seperti ketika memasuki masa menopause.

Pencegahan osteoporosis melalui nutrisi dan diet


Untuk memastikan pasien mendapatkan cukup asupan kalsium untuk membangun dan memelihara kekuatan tulang, dokter merekomendasikan pasien untuk mengkonsumsi banyak makanan tinggi kalsium, seperti susu nonfat, yogurt low-fat, brokoli, kembang kol, salmon, tofu, dan sayur-sayuran hijau.

Orang dewasa yang berusia 19 – 50 tahun harus mendapatkan asupan 1.000 mg kalsium setiap hari. Sedangkan orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun harus mendapatkan asupan kalsium 1.200 mg setiap hari.

Karena sebagian besar wanita hanya mendapatkan ½ atau 1/3 kalsium yang dibutuhkan tubuh melalui diet sehari-hari, beberapa dokter merekomendasikan suplemen kalsium untuk mencukupi kekurangan ini. Namun, penelitian terbaru menunjukkan keraguan akan hal ini, adanya kemungkinan peningkatan resiko penyakit jantung akibat penggunaan suplemen kalsium ini, membutuhkan penelitian lebih lanjut. Idealnya, asupan kalsium cukup dari sumber makanan dalam diet sehari-hari saja.

Untuk membantu tubuh menyerap kalsium, baik dari makanan maupun suplemen, dokter merekomendasikan asupan vitamin D 800 – 1000 IU setiap hari.

Suplemen kalsium dapat menghambat penyerapan obat-obatan tertentu. Bicarakan dengan dokter sebelum memulai konsumsi suplemen kalsium. Anda mungkin harus mengkonsumsi suplemen pada waktu yang berbeda dengan obat-obatan lainnya.

Diet lainnya untuk mempertahankan tulang



Selain mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, anda juga harus menghindari makanan yang kaya akan fosfor, yang dapat meningkatkan pengeroposan tulang. Makanan yang tinggi fosfor meliputi daging merah, soft drinks, dan makanan-makanan dengan bahan tambahan pangan (BTP) yang mengandung fosfat. Konsumsi alkohol dan kafein yang berlebihan juga dianggap menurunkan kadar kalsium yang diserap oleh tubuh dan sebaiknya dihindari.

Untuk menjaga agar kadar estrogen tidak menurun tajam setelah menopause, dan sehingga membantu mencegah osteoporosis, beberapa praktisi kesehatan menyarankan wanita post menopause untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung estrogen nabati, terutama tofu, susu kedelai, dan produk olahan kedelai lainnya. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan-makanan ini membantu mencegah atau memperlambat terjadinya osteoporosis.

Masaklah makanan yang mengandung asupan kalsium tinggi


Berikut ini adalah 2 cara yang mudah untuk meningkatkan asupan kalsium dalam diet sehari-hari :

1. Jika anda tidak memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa, tambahan susu bubuk non-fat dalam makanan atau minuman sehari-hari. Setiap 1 sendok teh susu bubuk memberi tambahan 20 mg kalsium ke dalam makanan anda.

2. Tambahkan sedikit cuka ke dalam air yang anda gunakan untuk membuat kaldu sop tulang. Cuka akan melarutkan kalsium dari tulang, untuk membuat sop yang diperkaya dengan kalsium. Dalam setiap 500 cc mengandung 1.000 mg kalsium.

Pencegahan osteoporosis melalui latihan fisik


Tidak hanya harus mendapatkan cukup asupan kalsium dalam diet sehari-hari, anda juga harus melakukan latihan fisik untuk memelihara kekuatan tulang. Penelitian telah menunjukkan bahwa weight-bearing exercises, yang menempatkan stres pada tulang, seperti berlari, berjalan kaki, bermain tenis, menari balet, menaiki tangga, aerobik, dan mengangkat beban, mengurangi pengeroposan tulang dan membantu mencegah osteoporosis. Untuk mendapatkan manfaat dari latihan fisik ini, anda harus melakukannya sedikitnya 3 kali seminggu selama 30 – 45 menit. Meskipun berenang dan bersepeda merupakan latihan fisik yang baik untuk kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), namun tampaknya tidak mencegah osteoporosis, karena tidak cukup menempatkan stres pada tulang.

0 komentar:

Posting Komentar

Connected with Me