Senin, 28 November 2016

Tjokorda Gde Agung Sukawati, Seorang Tokoh Perubahan Yang Membawa Ubud Mendunia Lewat Wisata Seninya


Secara geologis, kondisi alam kota ubud bali bisa dikatakan "agak kurang mainstream" jika ingin kita bandingkan dengan kondisi alam didaerah lainnya di pulau bali. Bagaimana tidak? jika dibelahan bali yang lain kita bisa dengan mudah menemukan destinasi wisata pantai. Di kota ubud bali, kita justru disuguhkan dengan kondisi alam perbukitan dengan sawah dan hutan yang terhampar hampir disetiap sudutnya. Suasana khas pedesaan yang tidak akan anda jumpai didaerah lain di pulau tersebut.

Jika ingin sedikit bernalar tanpa mau menilik sejarah dan budayanya terlebih dahulu, kita tentu akan langsung berpikir, lantas apa kemudian yang membuat kota ubud bali istimewa, jika tidak ada pantai yang dapat kita jumpai disana? bukankah yang terkenal dari bali adalah wisata pantainya?

Betul memang, sebagian besar wilayah di bali terkenal akan eksotisme pantainya, karena sebagian besar daerahnya yang memang terletak di pesisir pantai. Namun sekalipun begitu, tahukah anda jika ubud yang tidak mempunya pantai, justru menjadi salah satu daerah termakmur dibali, yang bahkan tidak pernah sepi dari turis lokal dan mancanegara barang sehari pun? Bahkan menurut data statistik resmi yang dikeluarkan kabupaten gianyar sekitar tahun 2015 lalu, sebesar 52% Pendapatan Pajak dari daerah tersebut justru berasal dari pajak hotel dan berbagai restoran mewah yang mengelilingi kabupaten gianyar. Sebuah fakta yang cukup fantastis bukan?

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, lantas apa sebenarnya yang membuat kota ubud bali menjadi sedemikian istimewa dengan pendapatan pajak daerah yang juga bisa dikatakan sangat sehat tersebut? Jawabannya adalah "Seni".

Yap, sebuah kata tunggal yang bisa dikatakan cukup tepat untuk menggambarkan keistimewaan kota ubud bali secara keseluruhan. Jika para turis yang mengunjungi kuta ataupun nusa dua sengaja datang kesana karena ingin menikmati suguhan keindahan alam pantainya, maka para turis yang mengunjungi kota ubud bali juga sengaja datang kesana untuk menikmati suguhan keindahan hasil kerajinan seninya.

Dihampir setiap sudut dikawasan kota ubud bali, anda bisa menemukan begitu banyak pengerajin seni, yang sengaja membuka worshop untuk menunjukkan hasil kerajinan mereka kepada para turis yang kebetulan singgah. Mulai dari kerajinan seni lukis hingga patung ukiran dapat anda jumpai di kota ubud bali. Tak heran jika kemudian ada sebuah pasar disana yang juga dinamakan pasar seni ubud, karena secara khusus dijadikan sebagai tempat untuk menjual segala hasil kerajinan tangan dari masyarakat setempat.

Nah, kini anda tahu bukan apa yang menjadikan kota ubud bali menjadi sedemikian istimewa. Dan apa yang membuat dinas pariwisata kita mempromosikan ubud juga dengan begitu gencarnya melalui program Indonesia Travel (Germany)-nya.

Sumber gambar: kompas

Namun tahukah anda siapa tokoh lokal yang membuat nama ubud nge-hits dan mendunia seperti sekarang ini?

Jawabannya tak lain tak bukan adalah sang raja ubud sendiri, yang bernama Tjokorda Gde Agung Sukawati. Anda pasti sering membaca kisah inspiratifnya bukan? bahkan dalam beberapa seminar bertema kepemimpinan dan perubahan. Nama Tjokorda Gde Agung Sukawati selalu dijadikan contoh nyata dari seorang pemimpin dan pembawa perubahan bagi masyarakatnya yang dipimpinnya.

Seorang sosok pemimpin yang agaknya mulai dirindukan oleh Indonesia saat-saat ini. Seorang pemimpin yang berani berpikir kedepan dan tidak terus terperangkap dalam pola pikir resisten masyarakat seangkatannya.

Seorang raja yang bukan hanya disegani sebagai pemimpin namun seorang raja yang jasanya dikenang indonesia sebagai pembawa perubahan bagi masyarakat desanya. Tanpanya, tak akan ada ubud dimata pecinta seni dunia. Tak kan ada sebuah desa perbukitan dan persawahan yang kini menjadi icon wisata seni dan budaya di bali. 

Bayangkan jika bukan beliau yang ketika itu menjabat sebagai raja, Mungkin ubud yang ada saat ini hanyalah sebuah daerah perbukitan dengan wisata khas pedesaan yang agaknya terlalu biasa dan tidak semenarik kuta maupun nusa dua.  Bayangkan jika pada masa itu, raja ubud hanya mementingkan dirinya, dan tidak perduli bagaimana nasib masyarakat ubud kedepan? mungkin ubud tidak akan seistimewa sekarang. Dan bayangkan pula jika pada masa kepemimpinannya, sang raja ubud tidak mendirikan sanggar seni Pita Maha dan tidak mengizinkan para pelukis-pelukis besar di zamannya untuk singgah dan tinggal di ubud dengan gratis dengan ganti memberikan ilmu mereka kepada anak-anak ubud? mungkin nuansa peradaban seni lukis dan ukir di ubud tidak akan seberkembang sekarang.

Tjokorda Gde Agung Sukawati, sebuah nama yang akan terus di ingat oleh masyarakat Indonesia sebagai seorang tokoh penggagas perubahan. Seorang sosok yang benar-benar sangat dibutuhkan oleh bangsa ini. Seorang tokoh yang bukan hanya harus pandai secara akademis, dan bukan hanya harus berani dalam memimpin, namun lebih jauh dari itu seorang tokoh yang harus punya visi dan pandangan kedepan bagi masyarakat sekitarnya. Terima kasih untuk jasamu Pahlawan.



0 komentar:

Posting Komentar

Connected with Me