Sabtu, 19 November 2016

3 Ciri Furnitur Ramah Lingkungan


Di era yang semakin maju ini, terkadang kita sudah mulai harus juga memperhatikan lingkungan dan menjaganya. Mulai dari menggunakan air seperlunya, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, hingga menggunakan barang-barang yang tidak merusak lingkungan.

Begitu pula dengan rumah. Kondisi rumah sebaiknya juga ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan menggunakan segala macam perabotan yang ramah lingkungan. Dengan begitu, kita tetap dapat tinggal di rumah dengan nyaman, tanpa merusak lingkungan.

Bentuk kesadaran ini memang sudah banyak digalakkan oleh para pengembang rumah. Kini sudah banyak orang yang mulai membangun rumah dijual di bandung bergaya minimalis ramah lingkungan, atau rumah minimalis natural yang bernuansakan alam.

Menjaga kelestarian alam pun bisa kita coba mulai dengan menggunakan furnitur di dalam rumah yang ramah lingkungan. Namun, banyak dari kita yang tidak paham apa sih kriteria dari furnitur ramah lingkungan itu? Padahal kita juga ingin ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Berikut adalah beberapa kriteria furnitur ramah lingkungan.

Bahan Alternatif

Kampanye go green yang kerap digalakkan adalah upaya untuk menggunakan ulang barang yang bisa didaur ulang, daripada harus mengeksploitasi lingkungan untuk membeli barang yang baru sehingga merusak lingkungan. Maka dari itu, salah satu ciri furnitur ramah lingkungan yang utama bisa dilihat dari bahan furnitur.

Furnitur yang didesain dari bahan alternatif atau bahan daur ulang adalah furnitur yang ramah untuk lingkungan. Karena ia tidak mengeksploitasi alam untuk membuat furnitur baru. Contoh furnitur ini adalah kursi rotan dan bambu, yang mengganti bahan kayu.

Kebijakan Eksploitasi

Furnitur yang dibuat sesuai dengan kebijakan eksploitasi dapat dijadikan juga pilihan. Karena eksploitasi alam sudah diatur oleh tiap negara masing-masing. Di Indonesia pun begitu. Salah satu hal yang tampak jelas adalah adanya sertifikat penjualan perabotan kayu yang dimiliki oleh para pedagang furnitur. Ini adalah salah satu wujud dari penerapan kebijakan tersebut.

Produsen Lokal

Ada banyak furnitur yang diimpor dari luar negeri. Memang ada beberapa furnitur yang dilabeli go green. Namun jika dipikirkan lebih dalam, belum tentu juga. Karena akan lebih baik jika kita membeli furnitur yang diproduksi di dalam negeri sendiri. Dengan begitu, hanya alam Indonesia saja yang dieksploitasi untuk furnitur tersebut gerakan ini juga bukan hanya berfokus kepada bahan baku, namun juga aspek sosial yang mengedepankan unsur lokal.

0 komentar:

Posting Komentar

Connected with Me