Rabu, 05 Oktober 2016

Inilah Alasan Kenapa Anda Harus Berlibur Ke Ubud, Bali!

Gambar: inbali.org

Izinkah saya bertanya, apa kira-kira yang ada dibenak anda, ketika secara tiba-tiba ada seorang teman atau kerabat dekat anda, yang menghampiri anda dan hendak mengajak anda berlibur dengan cuma-cuma ke Bali, tepat ketika akhir tahun nanti? Katakanlah seluruh biaya transportasi dan akomodasinya akan ditanggung oleh teman atau kerabat dekat anda itu.

Jika boleh menebak, saya kira, hal paling umum yang akan anda bayangkan sesampainya di Bali adalah melakukan aktivitas seperti berjemur, diving, snorkling, bermain banana boots, menikmati sunset dipinggir pantai, dan semua aktivitas menyenangkan yang berbau "wisata pantai". Right?

Namun bagaimana jika teman atau kerabat anda bukan ingin mengajak anda ke Kuta ataupun Sanur, melainkan ke Ubud? Lagi-lagi, kita akan berandai-andai kalau sesampainya di ubud bali akomodasi penginapan dan seluruh biaya hidup anda akan ditanggung oleh teman atau kerabat dekat anda itu.

So, kali ini apa yang akan anda bayangkan?
Snorkling?
Diving?
atau Main Banana boots?

Sayangnya, anda nggak akan bisa melakukan semua hal menyenangkan itu di Ubud, karena berbeda dengan Kuta, Sanur, ataupun Nusa Dua. Ubud justru merupakan daerah pegunungan yang menawarkan keindahan khas pedesaan. Lantas apa yang membuat Ubud istimewa?

Yang membuat Ubud begitu istimewa adalah "Wisata Seni-nya". Jika suatu saat anda berkesempatan mengunjungi Ubud, cobalah berjalan kaki atau bersepeda menyusuri kawasaan pedesaan yang satu ini. Karena anda pasti akan dibuat terkagum-kagum ketika menyaksikan karya seni yang tiada berujung disepanjang hamparan Pedesaaan Ubud. Dan jika ingin berterima kasih atas wisata seni ini, berterima kasihlah kepada Tjok Raka Gde Agung Sukawati, yang dahulu pernah memimpin Ubud sebagai seorang Raja. Karena jika zaman dahulu beliau tidak membiarkan para pelukis terkenal seperti Affandi untuk singgah melukis di Ubud dan tidak meminta mereka untuk "mengajari seni lukis kepada anak-anak di Ubud". Mungkin saat ini Ubud tidak akan menjadi salah satu destinasi wisata utama di Bali.

Betul memang, sebelum kehadiran para pelukis hebat tersebut masyarakat Ubud sudah terlebih dahulu mencintai seni lukis. Namun menurut cerita yang pernah saya dengar, lukisan-lukisan mereka masih sebatas lukisan yang berkisah tentang cerita-cerita dalam Kitab Mahabharata dan Ramayana. Berbeda dengan saat ini, dimana teknik melukis mereka sudah sedikit banyak berubah karena pengaruh para pelukis-pelukis terkenal yang pernah menghiasi sejarah lukis di Ubud.

Bahkan saat ini, jika anda berlibur ke Ubud, bukan hanya hasil kerajinan seni lukis saja yang dapat anda jumpai disana, melainkan juga hasil kerajinan seni ukir patung yang terbuat dari kayu, yang bahkan sudah sangat mendunia.

Dan satu hal lain yang membuat Ubud sangat menarik adalah, suasana yang tenang khas pedesaan, yang akan memanjakan siapapun yang sudah sangat jenuh dengan suasana gaduh perkotaan. 

Gimana? ada yang mulai tertarik untuk berlibur ke Ubud? hehe...

Sebelum berlibur ke ubud bali akomodasi menjadi salah satu hal penting yang harus anda pertimbangkan masak-masak. Kenapa? Karena jika anda memilih untuk menginap di hotel, apalagi jika hotel yang anda pilih berada disekitar Jalan Hanoman, Jalan Raya Ubud, dan Jalan Monkey Forest, anda harus menyediakan budget liburan yang tidak sedikit.

Itulah kenapa, para wisatawan yang lebih menyukai Hotel sebagai tempat menginap, justru lebih memilih untuk menginap di Kuta atau tempat lain yang tidak terlalu jauh dari Ubud, sekalipun tujuan utama liburan mereka adalah Ubud.

Dan kalo ditanya kenapa Hotel-hotel disana bisa cukup mahal? mungkin jawabannya, lagi-lagi  karena "wisata seni" itu tadi hehe...

Lantas adakah akomodasi lain yang bisa kita pilih selain menginap di Hotel?

Jawabannya, tentu saja ada...

Jika masih ingin tetap menginap di pusat kota, anda bisa memilih Shared Room dengan harga yang cukup terjangkau. Sesuai namanya, yang anda sewa disini bukanlah sebuah kamar ataupun ruangan, melainkan sebuah ranjang, yap hanya sebuah ranjang / tempat tidur, dimana fasilitas lain di dalam kamar/ ruangan tersebut harus anda nikmati bersama dengan penyewa lain. Buat anda yang suka Backpacker-an, saya yakin anda udah nggak terlalu asing dengan istilah Shared Room ini.

Dan saran saya, ketimbang memanfaatkan situs-situs reservasi, alangkah jauh lebih baik jika anda melakukan pencarian penginapan melalui laman-laman atau group-grup facebook. Karena biasanya pemilik penginapan-penginapan murah khas Backpacker, seperti wisma, shared room, dll lebih sering melakukan promosi lewat Jejaring sosial ketimbang melalui sebuah website khusus. Cara lainnya, anda bisa membaca pengalaman atau testimoni dari blogger-blogger yang pernah kesana dan menuliskan cerita perjalanannya kedalam blog mereka. Karena kalo boleh jujur, banyak tempat penginapan bagus dan murah yang hanya diketahui oleh para backpacker dan travel blogger yang kemungkinan besar mencarinya secara manual atau tidak memanfaatkan situs reservasi sama sekali.

Nah, jika masalah akomodasi sudah terencana dengan baik. Kini, anda bisa mulai melakukan pencarian tempat atau objek wisata yang ingin anda tuju dan singgahi. Dan diantara sekian banyak objek wisata di Ubud, Bali, beberapa objek yang mungkin bisa anda kunjungi, antara lain:

1. Pasar Seni Ubud 

Scene film Eat, Pray, Love

Pernah nonton film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Javier Bardem? Kalau pernah, anda pasti tahu jika Pasar Seni Ubud pernah menjadi salah satu lokasi syuting dalam film garapan Ryan Murphy tersebut. Dan kalo ditanya apa saja yang bisa anda nikmati disini? sesuai namanya, anda bisa mencari bahkan membeli hasil kerajinan seni dari masyarakat sekitar di Pasar ini. Oiya, disini anda juga bisa membeli oleh-oleh berupa kaos barong, perhiasan perak dengan motif khas Bali, kain pantai untuk berjemur, patung kayu dengan ukiran khas Bali dan sudah barang tentu lukisan masyarakat ubud yang melegenda itu.

Pasar Seni Ubud sendiri terletak di Jalan Raya Ubud No.35 – Ubud, Bali dan mulai buka dari Pukul 04:00 hingga 18:00 WITA. Menurut teman saya yang juga berasal dari sana, ada baiknya anda mengunjungi pasar ini dipagi hari, karena selain tidak terlalu sesak dengan pengunjung, anda juga punya peluang mendapatkan barang dengan harga lebih murah ketimbang di siang atau sore hari. Karena masyarakat Ubud percaya, jika mereka sudah berhasil menjual barang dagangan mereka pada pagi hari, sepanjang hari penjualan mereka akan lebih lancar.

2. Puri Agung Ubud (Puri Saren)

Gambar: plesiryuk.com

Tepat didepan Pasar Seni Ubud, sebuah lokasi bernama Puri Agung Ubud (Sering juga disebut Puri Saren Ubud) juga menawarkan sensasi liburan yang sayang untuk anda lewatkan. Puri Agung Ubud sendiri juga merupakan Istana Raja Ubud dan pusat pemerintahan Kerajaan Ubud dimasa lalu.

Nah, ditempat ini anda bisa menyaksikan pertunjukan seni tari lokal yang terkenal, yaitu tari Barong Ubud. Sayangnya, pertunjukan tersebut hanya bisa anda saksikan seminggu sekali. Namun biarpun begitu, anda masih bisa menyaksikan latihan seni tari yang satu ini.  Karena ada begitu banyak sanggar tari yang melakukan latihan di tempat ini. Asik ya? :)

Dan jika diibaratkan dengan Yogyakarta, Mungkin Puri Agung Ubud bisa kita identikan dengan titik nol Jogja. Kenapa? karena selain sebagai pusat kesenian, tempat ini juga menjadi semacam "pusat hangout" atau nongkrong masyarakat sekitar.

3. Mandala Suci Wenara Wana (Monkey Forest)

Gambar: footloosefreckle.com

Lokasi lain yang juga tidak terlalu jauh dari kedua lokasi sebelumnya adalah. Mandala Suci Wenara Wana. Jika ada diantara anda yang pernah membaca komik lokal berjudul Wanara, anda pasti langsung bisa menebak maksud dan arti kata Wenara disana. Yap, Wanara memiliki arti manusia setengah kera. Itulah kenapa Mandala Suci Wenara Wana jauh lebih dikenal dengan sebutan Monkey Forest. Mandala Suci Wenara Wana sendiri merupakan kawasan hutan lindung yang didalamnya, terdapat sebuah Pura sakral bagi pemeluk Agama Hindu, Nama Pura tersebut adalah Pura Dalem Agung Padangtegal. Jadi, selain bisa melihat kera-kera lucu berkeliaran, bagi kalian pemeluk Agama Hindu, kalian juga bisa menjadikan lokasi ini sebagai wisata spiritual.

4. Sawah Terasering Ubud

 Gambar: miner8.com

Seperti yang saya katakan diawal tadi, berbeda dengan Kuta ataupun Sanur, Ubud merupakan kawasan pedesaan. So, sudah barang tentu anda dapat menikmati pemandangan persawahan disana. Nah jika berlibur ke Ubud, sempatkanlah untuk mengunjungi desa Tegalalang yang berada disebelah utara Ubud. Karena disana, anda bisa menikmati hamparan Sawah Terasering. 

Dan cara terbaik untuk menikmati wisata Sawah Terasering Ubud ini menurut saya adalah pada siang hingga sore hari. Karena disepanjang jalan desa Tegalalang, anda bisa menjumpai begitu banyak rumah makan, restoran, cafe, bahkan coffee shop yang menawarkan pemandangan khas pedesaan, dengan Sawah Terasering-nya.

5. Nyuh Kuning Village 

Gambar: plesiryuk.com

Terakhir adalah, Nyuh Kuning Village. Jika anda adalah seorang mahasiswa atau mahasiswi dari Fakultas Ilmu Budaya, cobalah kunjungi desa yang satu ini, karena didesa ini anda bisa mempelajari budaya dan kearifan masyarakat lokal yang masih memegang teguh nilai-nilai adat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka tedahulu. Barangkali saja, sepulangnya dari sini anda justru sudah menemukan judul untuk Tugas Akhir anda :)

Nah, itulah beberapa objek wisata yang sangat sayang untuk anda lewatkan ketika berkesempatan liburan ke Ubud. 

Terakhir dan yang sangat penting, selalu jaga alam dimana anda berada, dan berlakulah sopan ditempat yang anda singgahi. Supaya anak cucu kita kelak masih bisa menikmati keindahan alam yang saat ini bisa kita nikmati.

Dan untuk anda yang sedang menjalani masa study atau aktivitas bekerja diluar negri, khususnya di Australia yang masih sangat berdekatan dengan Indonesia, anda bisa turut serta mengembangkan industri pariwisata tanah air dengan menceritakan objek-objek wisata indah ditanah air, seperti Ubud, Bali ini.

Barangkali saja, usaha pemerintah dalam memperkenalkan Wonderful Indonesia melalui Indonesia Travel (Australia) dapat lebih maksimal dengan peran serta anda. :)

Terakhir, selamat berlibur :)

Sedang Memuat...

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Alasan Kenapa Anda Harus Berlibur Ke Ubud.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata yang bisa anda kunjungi di disini

    BalasHapus

Connected with Me