Kamis, 14 Agustus 2014

This Is My Reviews: Crows Zero II (Kurozu zero II)



Dari judulnya aja, pasti anda udah bisa nebak klo film ini adalah lanjutan dari film "Crows Zero (Kurozu Zero)" yang udah saya review kemaren hehe... dan lagi-lagi, ini termasuk film lama yang sayang untuk anda lewatin begitu aja. Apalagi sequel ketiganya kabarnya bakal rilis tahun ini, dengan judul "Crows Explode". Katanya sih di Jepang udah rilis dari 12 April lalu, cuma nggak tau kapan nyampe di Indonesia hahaha... yang pasti sih tokoh utama di "Crows Explode" masih Suzuran, cuma ya udah nggak ada Genji, Serizawa dan kawan-kawan, lha wong dah pada lulus ngapain masih diceritain, kan tokoh utamanya bukan mereka, tapi Suzuran hahaha...

Nah, sambil nunggu "Crows Explode" rilis, nggak ada salahnya saya ngereview lagi "Crows Zero II (Kurozu zero II)" untuk ngerefresh ingatan anda sama film yang satu ini hehe...

Masih inget sama Rinda-man? nah di sequel kedua ini, Genji ternyata masih penasaran pengen ngalahin Rinda-man, ya biarpun belum kesampean sih hehehe... padahal Serizawa udah semangat banget masang taruhan buat Genji :)

Right, kita lupain sejenak rasa penasaran Genji sama Rinda-man, kar'na yang jadi cerita utama disini bukan Genji vs Rinda-man, tapi Suzuran vs Hosen, Siapa itu Hosen? Hosen Academy merupakan rival lama Suzuran High School. Sebenernya sih udah ada perjanjian damai antara dua sekolah itu, setelah kasus pembunuhan Makio oleh Kawanishi 2 tahun sebelumnya.

Cuma setelah kebebasan Kawanishi, ternyata para murid Hosen masih menaruh dendam sama Kawanishi, dan kayanya sih mereka udah tau klo Kawanishi pasti ke makam Makio setelah kebebasannya untuk ngakuin kesalahannya, jadi murid-murid Hosen udah pada stand bye nunggu kedatengan Kawanishi. (Jadi, 2 tahun sebelumnya Suzuran tempur sama Hosen, cuma disitu Kawanishi main kotor dengan ngebunuh Makio pake pisau lipat, itu kenapa Hosen masih dendam sama dia)

Kawanishi yang panik karena udah dikepung sama murid-murid Hosen tanpa sadar lari ke wilayah Suzuran, dimana Serizawa dan kawan-kawan lagi pada ngumpul, dilain pihak, Genji yang emang nggak tau cerita lama Suzuran vs Hosen, yang ngerasa tersinggung sama kata-kata murid Hosen, langsung ngehajar mereka, dan disinilah perang kembali dimulai, karena secara nggak langsung Genji udah ngerusak perjanjian damai yang sebelumnya mereka buat. Lebih-lebih setelah para murid Hosen tau klo Genji adalah pemimpin Suzuran yang baru.

Dan hari itu, berkat Genji, Kawanishi berhasil lolos dari murid-murid Hosen.

Masih inget sama Ken Katagiri? Yupz, temennya Genji, nah Ken ternyata adalah kawan lama Kawanishi saat masih di Suzuran dulu, So, hal selanjutnya yang dilakukan Kawanishi setelah berhasil lolos dari kepungan Hosen adalah nyari Ken ke markas Joji Yazaki (Boss yakuza yang jadi rival bisnis ayahnya Genji), dan disini Kawanishi sempet marah setelah tau kalo Ken udah mati ditangan Joji Yazaki (padahal mah belum mati hehe... cuma ngumpet dan pura-pura mati aja)

Disisi lain, Taiga Narumi pimpinan Hosen, kembali menyerukan perang melawan Suzuran, karena perjanjian damai mereka telah dirusak. Dan disinilah satu lagi tokoh yang nggak bisa apa-apa nongol, dialah Gota Washio mantan siswa Suzuran yang akhirnya bergabung sama Hosen. Cuma saat itu, Narumi masih ngasih kesempatan dia untuk jadi bagian dari Hosen.

Dan Narumi yang masih menghormati Makio akhirnya memanggil Tatsuya Bitou, adik Makio yang saat itu baru masuk ke Hosen, untuk ngajak dia tempur melawan Suzuran, biarpun saat itu Tatsuya menolak untuk ikut. 

Ditempat lain, Genji masih meremehkan Hosen, meskipun udah diperingatin sama Tokio. Dan saat itu Genji masih ngerasa klo GPS udah cukup untuk ngelawan Hosen, tanpa bantuan Serizawa dan pengikutnya.

Dilain tempat Kawaishi akhirnya bertemu dengan Ken, sahabat lamanya di Suzuran, dan akhirnya dia tau klo Ken masih hidup dan cuma melarikan diri dan pura-pura mati.

Di Suzuran sendiri, GPS masih mencari pengikut, pasca kekalahan Serizawa dari Genji. Biarpun banyak yang tetep kekeh nggak mau jadi pengikut GPS, termasuk Serizawa dan Trio Ebizuka. Cuma dilain pihak Mikami Brothers justru memutuskan bergabung dengan GPS pasca kekalahan Serizawa.

Dan sementara GPS sibuk nyari pengikut, disaat yang penting Makise justru ngilang dan ngelakuin hal bodoh setelah di ajak kencan sama Kyoko-rin. Kaya yang saya bilang di review sebelumnya lah, Makise kan takluknya cuma sama wanita, sayang dia nafsuan sama wanita, jadi yang ada diotaknya ya cuma ngelakuin hal mesum hahaha... biarpun akhirnya digagalin sama temen-temennya sih.

Yowes lah kita tinggalin aja scene "baka" nya si Makise, sekarang kita masuk lagi ke perang antara Suzuran Vs Hosen.

Nah setelah Narumi menyerukan perang dengan Suzuran, para murid Hosen pun perlahan tapi pasti mulai melakukan penyerangan ke murid-murid Suzuran, dimulai dari penyerangan ke Tsutsumoto (pengikut Serizawa) yang kalah telak dan babak belur dihajar Ryo (Tangan kanan Narumi di Hosen).

Kemudian penyerangan terhadap Tokaji dan kawan-kawan serta Makise, Chuta dan Mikami Brothers yang semuanya kalah telak.

Masih inget sama Washio? Nah disini Washio yang emang nggak bisa berantem sama sekali, udah ngerencanain niat kotornya untuk ngalahin Makise pake pisau lipat (like Kawanishi nusuk Makio), cuma disini tindakan Washio digagalin Narumi dan Washio justru dapet bogem mentah Narumi karena gak bersikap seperti laki-laki. Dan disinilah Narumi secara terang-terangan menantang genji melalui Makise.

Genji dan Serizawa yang mengetahui penyerangan itu mulai waspada, dilain pihak Izaki justru punya rencana lain untuk mengalahkan Hosen, yaitu ngajak Serizawa battle 1 lawan 1 dengan perjanjian klo Serizawa kalah dia akan jadi pengikut GPS, biarpun bisa dipastikan Izaki yang kalah dalam battle ini.

Dilain sisi, Kawanishi justru memohon kepada Joji Yazaki (rival ayahnya Genji) untuk diizinkan bergabung dengan Yakuza, meskipun Joji Yazaki menolaknya, dan setelah sampai diluar anak buah Yazaki memberitahukan Kawanishi untuk membunuh Hideo Takitani, Boss Ryuseikai yang sekaligus adalah ayah Genji untuk mengambil hati Yazaki.

Mereka memberitahu keberadaan Hideo Takitani, yang saat itu memang sedang mengajarkan Genji bagaimana menjadi seorang pemimpin.

Dan bodohnya Kawanishi, benar-benar memulai percobaan pembunuhan kepada Hideo Takitani. Meskipun Hideo Takitani berhasil selamat dalam percobaan pembunuhan tersebut.

Dan disinilah juga Genji bertemu dengan Narumi untuk pertama kalinya, yaitu ketika Narumi memberikan api untuk Genji membakar rokoknya, meskipun saat itu Genji belum tau klo Narumi lah pimpinan Hosen.

Genji yang mendengar ayahnya tertembak langsung menuju Rumah Sakit, sementara Kawanishi bersembunyi, Dan Ken yang mengetahui penembakan itu dari berita sontak langsung menuju Rumah Sakit karena yakin bahwa Kawanishi lah yang menembak Hideo Takitani.

Dan mengetahui ayahnya sekarat di Rumah Sakit, Genji mulai kembali menantang Rinda-man dan ingin mengalahkannya untuk menyatukan Suzuran dibawah pimpinannya, biarpun lagi-lagi Genji gagal mengalahkannya.

Dan tepat pada malamnya, Washio lagi-lagi melakukan hal konyol dengan mengadu domba Suzuran dan Hosen, dengan membakar sekolah Suzuran dan meninggalkan korek bertuliskan Hosen disana. Dan tindakannya ini jelas menyulut emosi Genji dan kawan-kawan.

Dihari selanjutnya, Genji yang sedang berusaha menenangkan diri di pelabuhan, dinasihati Serizawa bahwa untuk menguasai Suzuran dia butuh lebih dari hanya sekedar kekuatan, dan tidak hanya dengan setengah hati.

Dan disinilah Genji akhirnya mendatangi Hosen, dan menantang Hosen untuk bertempur, dan disini jugalah Genji tau bahwa orang yang memberikan api kepadanya dimalam tertembaknya ayahnya adalah Narumi yang adalah pimpinan Hosen. Dan tanpa ragu-ragu Genji menantang Hosen untuk bertempur keesokan harinya, tepat di Hosen, karena Genji ingin membalas pembakaran disekolahnya dengan mengalahkan Hosen disekolahnya sendiri.

Dan sadar akan pengikut GPS yang masih sedikit akhirnya, Takiya Genji meminta bantuan seluruh murid Suzuran melalui pengeras suara, Genji meminta mereka meminjamkan kekuatan mereka, meskipun tidak menjadi pengikutnya.

Ditempat lain Kawanishi, melanjutkan rencananya untuk membunuh ayah Genji, meskipun berhasil digagalkan oleh Ken.

Kembali ke Suzuran, ternyata apa yang dilakukan Genji sia-sia, GPS tetap tidak mendapatkan tambahan kekuatan untuk mengalahkan Hosen, dan disinilah Genji mengatakan didepan kawan-kawannya untuk membatalkan pertempuran dan membubarkan GPS, dan pergi meninggalkan mereka.

But, tunggu dulu, Izaki yang hafal sifat Genji langsung memberitahu mereka secara gak langsung bahwa Genji pasti menuju Hosen untuk bertempur seorang diri, itu kenapa Izaki memerintahkan GPS untuk menyiapkan pasukan menuju Hosen sesuai rencana.

Dan Genji pun benar-benar menantang Hosen seorang diri seperti yang dipikirkan Izaki.

Serizawa yang mengetahui hal ini, akhirnya memutuskan untuk ikut membantu Genji dalam pertempuran, Dan ketika Genji sedang menghadapi Hosen seorang dirilah GPS dan Serizawa bergabung untuk ikut meminjamkan kekuatannya membantu Genji dalam pertempuran itu.

Ada satu kata yang saya suka disini, yaitu ketika Serizawa bilang ke Hosen dan Narumi, "Apa kau kira kami tidak akan mengikuti pemimpin kami?" Disinilah usaha Genji sebelumnya gak sia-sia, minimal biarpun nggak bisa menyatukan Suzuran dibawah kekuasaannya, Genji udah berhasil mengajak mayoritas Suzuran untuk ikut membantunya...

Dan disinilah perang antara Suzuran vs Hosen pecah... yang akhirnya, Narumi mengatakan kepada Genji, "sampailah diatap untuk battle 1 lawan 1 denganku"

Lantas berhasilkah Suzuran Mengalahkan Hosen?

Berhasilkah Genji mencapai atap Hosen untuk battle 1 lawan 1 dengan Narumi?

Berhasil menangkah dia?

Monggo anda tonton sendiri hahahaha....

Btw, selamat menunggu perilisan Crows Explode :)

Sedang Memuat...

1 komentar:

Connected with Me